komentar dari teman masarcon itu :
===
Oke, segala sesuatu kalau berlebihan bisa menjadi racun (penjelasan bisa
klik di
http://www.ikastara.org/forums/showt...ighlight=racun).
Namun berdasarkan kalkulasi kasar terhadap kadar mie berformalin yang ditemukan Badan POM pada tahun 2005 silam, kita makan mie tersebut setiap hari satu kilo selama 1 tahun tidak ditemukan efek toksik. Siapa sih yang mau makan mie terus selama satu tahun, satu kilo pula. )
Formalin sangat beracun kalau dihirup langsung, jadi yang perlu mendapat informasi mengenai MSDS (Material Safety Data Sheet) formalin adalah para pengguna formalin yang langsung bersentuhan dengan formalin. Formalin yang sudah terikat dengan protein maupun asam amino lain yang ada dalam makanan relatif tidak berbahaya. Kalau masih ada sisa-sia formalin yang belum terikat bagaimana? Titik didih formalin sangat rendah, dalam suhu kamar dia sudah menguap apalagi kalau dalam proses pembuatan makanan ada pemanasan dapat dipastikan sudah tidak dapat ditrace keberadaan formalin yang belum terikat.
Memang formalin dilarang sebagai pengawet di Indonesia (di beberapa negara termasuk Canada mengizinkan penggunaan formalin sebagai pengawet), sehingga penarikan produk berformalin itu wajar. Namun pengaitan dengan "mayat" merupakan pembunuhan karakter bagi formalin.