Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Ari's Site

Aku agak heran, mengapa ada teman, jebolan farmasi yang membela makanan berformalin.  menurutnya, makan mie berformalin sebanyak satu kilo tiap hari selama satu tahun tidak ditemukan efek toksik.

Lho kok bisa yah.  Teman ini sendiri melakukan pembelaan dengan motif melindungi para pelaku UKM. --> toh IPB yang katanya mengembangkan pengawet makanan yang sehat juga tidak kedengaran lagi kabarnya.  Lebih lanjut teman saya itu mengklaim kalau makan makanan yang menggunakan formalin sebagai pengawet [misalnya mie  dengan kadar tertinggi seperti yang ditemukan di lapangan] justru tidak lebih berbahaya dibandingkan makan sate ayam.

Teman ini memberikan argumen kuncian dengan laporan dari WHO.  Sangat menarik perhatian sih jadinya.  Duh, hari gini, jadi korban propaganda terus ... :(

Ini terbitan WHO mengenai formalin:

http://www.who.int/entity/ipcs/publi...en/cicad40.pdf

sangat jelas dibahas di section 6.1.6, bab 8 dan bab 9


Sponsored Links
 
12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
masarcon wrote on Aug 4, '07, edited on Aug 4, '07
komentar dari teman masarcon itu :
===
Oke, segala sesuatu kalau berlebihan bisa menjadi racun (penjelasan bisa
klik di http://www.ikastara.org/forums/showt...ighlight=racun).
Namun berdasarkan kalkulasi kasar terhadap kadar mie berformalin yang ditemukan Badan POM pada tahun 2005 silam, kita makan mie tersebut setiap hari satu kilo selama 1 tahun tidak ditemukan efek toksik. Siapa sih yang mau makan mie terus selama satu tahun, satu kilo pula. )

Formalin sangat beracun kalau dihirup langsung, jadi yang perlu mendapat informasi mengenai MSDS (Material Safety Data Sheet) formalin adalah para pengguna formalin yang langsung bersentuhan dengan formalin. Formalin yang sudah terikat dengan protein maupun asam amino lain yang ada dalam makanan relatif tidak berbahaya. Kalau masih ada sisa-sia formalin yang belum terikat bagaimana? Titik didih formalin sangat rendah, dalam suhu kamar dia sudah menguap apalagi kalau dalam proses pembuatan makanan ada pemanasan dapat dipastikan sudah tidak dapat ditrace keberadaan formalin yang belum terikat.

Memang formalin dilarang sebagai pengawet di Indonesia (di beberapa negara termasuk Canada mengizinkan penggunaan formalin sebagai pengawet), sehingga penarikan produk berformalin itu wajar. Namun pengaitan dengan "mayat" merupakan pembunuhan karakter bagi formalin.
masarcon wrote on Aug 4, '07
terus terang, keder aja lah, kalau mau nekad makan makanan yang mengandung formalin. huhuhu ..
chiwimudz wrote on Aug 4, '07
wekekeke
mateni pasaran makanan aseli endonesa iki...
orinkeren wrote on Aug 5, '07
maksudnya gimana ya? bisa dijelaskan lebih gambalang lagi gak? orin lemot nih....
laxita wrote on Aug 5, '07
aduh aku juga masih ngeri kalo ngenyam makanan berformalin gitu....
lebih baik berjaga jaga/mencegah daripada ntar menyesal di kemudian hari..hiks
ulysee wrote on Aug 9, '07
Kalau soal UKM, ada kawan yang misuh misuh waktu isu bakso berformalin beredar. Dia kheki sama BPOM yang kaga kasih keterangan 'kadar formalin' yang membahayakan kesehatan ( kalau nenggak formalin segelas kali baru kena efek langsung, hehehe). Menurutnya, isu semacam itu merupakan PEMBODOHAN masyarakat, alias nakut-nakutin tok. Padahal untuk mengembangkan UKM (terutama abang tukang bakso) ini effortnya besar sekali, dan belakangan mulai menunjukkan prospek, tapi usaha mengembangkan UKM ini nyaris hancur dalam semalam karena isu bakso berformalin. Jadi pada macet kreditnya, hehehhe. Dan sekarang... kasus permen berformalin, lagi lagi isu berkembang tanpa penjelasan kepada masyarakat berapa 'kadar' formalin yang ditemukan dalam permen, dan sejauh mana bisa membahayakan manusia. Pembodohan dengan berbagai isu masih terus berlangsung, hiks.
wikan wrote on Aug 9, '07
mas arcon ini hoax mulu ... :P
kalau gitu gak boleh makan ayam goreng dong :P
juliavantiel wrote on Aug 13, '07
Dongeng2 formalin kutambahkan disini nih... Seru nih.
http://juliavantiel.multiply.com/journal/item/49/Apa_bisa_free-formaldehyde_formalin_
Jangan lupa formalin ada juga di kentut kita...hehehehehe... Heboh amat sama Formalin.
juliavantiel wrote on Aug 13, '07
wikan said
mas arcon ini hoax mulu ... :P
kalau gitu gak boleh makan ayam goreng dong :P
Sate itu berbahaya karena dagingnya yang dibakar. Pada pembakaran setengah matang, protein gak berubah semua, atau, daging yang terbakar jadi arang mempunyai efek carsinogenik.. Maka kalau goreng & bakar daging pun konon gak boleh lebih dari 170 derajat celcius...katanya penyuluhan di televisi Belanda lho...
masarcon wrote on Aug 15, '07
kalau steak yg rare bagaimana bu ?

aku dengar dari desertasi doktor di unair sini, katanya sate ala madura yg bahaya, soalnya dikasih minyak dan bumbu sebelum dibakar. beda dengan sate tegal yg daging mentah langsung dibakar.

apa sebab, karena arang yg bersifat karsinogenik justru terbentuk akibat minyak dan bumbu kecap + kacang yg dioleskan ke sate sebelum di bakar.
juliavantiel wrote on Aug 19, '07
kalau steak yg rare bagaimana bu ?

aku dengar dari desertasi doktor di unair sini, katanya sate ala madura yg bahaya, soalnya dikasih minyak dan bumbu sebelum dibakar. beda dengan sate tegal yg daging mentah langsung dibakar.

apa sebab, karena arang yg bersifat karsinogenik justru terbentuk akibat minyak dan bumbu kecap + kacang yg dioleskan ke sate sebelum di bakar.
Wah sorry Mas aku ndak terlalu banyak inpoh menyoal ini. Entar kalau ketemu inpoh yang oke punya, kusampaikan ke anda deh. Cuma denger-denger dari banyak orang, percayanya ya begitu, sate berminyak lebih berbahaya, tapi kalau dimintain menjelaskannya pada gak bisa. Tapi menurutku gini, badan hanya bisa menerima berbagai bentuk asam amino (protein) sebanyak yang sudah diketahui oleh system informasi badan (marker). Nah kalau diluar jumlah bentuk asam amino yang sudah diketahui itu maka badan akan menolaknya. Caranya adalah, kalau gak ditangkap oleh sel-sel darah putih lalu dilempar keluar, atau dalam bentuk alergi, atau ditangkap dan dikapsul oleh tubuh. Nah kapsul2 ini ya gak keluar tubuh, kelak pada suatu saat ia menjadi cikal bakal kanker.
Minyak kalau dibakar/dipanaskan di atas 180 akan jadi jenuh, kayak minyak jelantah juga gitu.... nah minyak-minyak gini gak larut dalam air/darah, maka ia akan nongkrong aja di dalam darah ngendap di dinding2 pembuluh darah.
Gitu kira-kira Mas, entar kalau ketemu sumber yang oke punya kukirim deh...
Add a Comment