Ternyata yang kritis thd peranan BP POM dalam menjalankan "bisnis" nya tidak hanya mas Enade - teman masarcon di jurnal sebelumnya. Mas Kopidangdut - alias Rio Wardhanu ternyata juga merasakan hal yang sama.
Jaman jaman dulu memang sering mendengar sih kasak kusuk perpolitikan uang tingkat tinggi berkenaan dengan urusan peredaran obat di Indonesia. Sempat dibahas saat itu di media massa kalau sebenarnya hanya ada sekitar 30 jenis obat yang esensial penggunaannya bagi kita, bahkan di Jerman saja - yang terkenal dengan industri farmasinya -waktu itu hanya ada sekitar 3000 obat yg beredar. CMIIW yah. maklum ngerecall hal hal yg sudah qola wa qola. Sementara di Indonesia tercinta ini, yang hanya tukang bikin dengan lisensi asing itu, konon sudah berpuluh ribu jenis obat yg beredar. Wayah ..